Perayaan
tradisi "Dandangan" merupakan sebuah tradisi di kota Kudus yang
diadakan menjelang kedatangan bulan suci Ramadan. Dandangan merupakan pasar
malam yang diadakan di sekitar Menara Kudus, sepanjang jalan Sunan Kudus, dan
meluas ke lokasi-lokasi disekitarnya. Pada tradisi dandangan ini
diperdagangkan beraneka ragam kebutuhan rumah tangga mulai dari peralatan
rumah tangga, pakaian, sepatu, sandal, hiasan keramik sampai degan mainan
anak-anak serta makan dan minuman.
Tradisi
ini sudah ada sejak 450 tahu yang lalu atau tepatnya zaman Sunan Kudus (Syeh
Jakfar Shodiq, salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa). Pada saat itu,
setiap menjelang bulan puasa, ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid
Menara menunggu pengumuman dari Sang Guru tentang awal puasa. Para santri
tidak hanya berasal dari Kota Kudus, tetapi juga dari daerah sekitarnya
seperti Kendal, Semarang, Demak, Pati, Jepara, Rembang, bahkan sampai Tuban,
Jawa Timur. Karena banyaknya orang berkumpul, tradisi dandangan kemudian
tidak sekadar mendengarkan informasi resmi dari Masjid Menara, tetapi juga
dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di lokasi itu.
Para
pedagang itu tidak hanya berasal dari Kudus, tetapi juga dari berbagai daerah
sekitar Kudus, bahkan dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Mereka biasanya
berjualan mulai dua minggu sebelum puasa hingga malam hari menjelang puasa.
Selain
di Kudus tradisi menyambut bulan suci Ramadhan juga diadakan didaerah dareah
lain, diantaranya :
Semarang, Jawa Tengah ada tradisi "Dugderan". Dugderan berasal dari kata dug dan der. Dug adalah suara dari bedug masjid yang ditabuh bertalu-talu sebagai tanda dimulainya puasa, der adalah suara dentuman meriam yang dulu ditembakkan secara salvo setelah bedug ditabuh. Dugderan dimulai tahun 1881 Masehi ketika Semarang diperintah oleh Kanjeng Bupati Raden Mas Tumenggung Adipati (RMTA) Purbaningrat. Pemukul bedug kala itu adalah sang adipati Semarang itu, kini dilakukan oleh Wali Kota Semarang.
Ada
yang khas dalam dugderan, yaitu ada maskot binatang Warak. Sosok ini
menyerupai kuda, naga dan ular. Badan berbentuk kuda, berleher ular,
berkepala naga atau singa, berkulit sisik ular. Sosok warak memang hanya ada
di Semarang. Dan dugderan tanpa warak, bukan dugderan lagi namanya.
Konon, warak memiliki makna yang dalam. Warak berasal dari bahasa Arab wira’I yang berarti santun, penuh ketaatan, tidak sombong. Ada pula yang mengatakan warak berasal dari bahasa Jawa warah yang berarti petuah baik. Dua kata itu bermakna baik semua. Pesan Ramadhan adalah agar selalu berbuat baik, tidak sombong, serta berlaku santun. Pada hari yang sama, di Kabupaten Klaten, Boyolali, Salatiga, bahkan Yogyakarta, banyak umat Islam yang menyambut datangnya Ramadhan dengan cara mandi di sumber-sumber air dan kolam pemandian dalam acara ”padusan”. Makna dari padusan adalah membersihkan diri lahir dan batin untuk menyambut datangnya puasa.
Di
Kabupaten Klaten, Boyolali, Salatiga, bahkan Yogyakarta, banyak umat Islam
yang menyambut datangnya Ramadhan dengan cara mandi di sumber-sumber air dan
kolam pemandian dalam acara ”padusan”. Makna dari padusan adalah membersihkan
diri lahir dan batin untuk menyambut datangnya puasa.
Di
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) ada Tradisi "Meugang". Meugang
adalah tradisi rakyat Aceh menyambut Ramadhan dengan menyembelih lembu atau
kerbau. Tradisi meugang sudah ada sejak Sultan Aceh, sekitar tahun 1.400
Masehi. Tradisi makan daging menjelang puasa, Hari Raya Idul Fitri dan Hari
Raya Haji sudah mendarah daging di seluruh Aceh. Bahkan jika tidak ada uang,
warga atau instansi tertentu bergotong royong mengumpulkan uang (meuripee)
untuk membeli seekor kerbau. Tentu saja, ini lebih murah daripada membeli di
pasar daging.
Lazimnya, janda miskin, panti asuhan, orang miskin, para dermawan, memberikan sumbangan. Intinya, selama dua hari meugang, dapur menyebarkan aroma daging. Berarti semiskin-miskin orang Aceh, paling kurang setahun tiga kali makan daging pada hari Meugang.
Di
Surabaya, menjelang Ramadan ada tradisi yang disebut megengan. Konon, tradisi
ini dimulai dari kawasan Ampel, di sekitar Masjid Ampel, Surabaya. Megengan
ditandai dengan makan apem, semacam serabi tebal berdiameter sekitar 15
senti, dibuat dari tepung beras. Apemnya nyaris tawar, seperti kue mangkok
yang dipakai warga keturunan Tionghoa untuk sembahyangan menjelang Imlek.
Diduga
nama apem atau apam berasal dari kata afwan dalam bahasa Arab yang berarti
maaf. Tradisi makan apem ini untuk memaknai permintaan maaf kepada sesama
saudara, kerabat, dan teman. Sebetulnya, yang terjadi bukanlah sekadar
tradisi makan apem, melainkan melaksanakan selamatan atau tahlilan dengan
hidangan apem dan pisang raja untuk mendoakan arwah saudara dan kerabat yang
telah meninggal, sekaligus minta maaf. Setelah tahlilan, apem dan pisang
dibagikan kepada semua keluarga dan tetangga.
Di
kalangan kaum jamaah (keturunan Arab) di lingkungan Ampel, Surabaya, apemnya
dibuat dari tepung terigu, lebih besar dan tebal, rasanya pun lebih manis -
disebut pukis. Ada lagi apem bentuk lain yang lebih khas Arab dan disebut
camer. Camer biasanya dibuat dengan tape atau peuyeum, mungkin sekali sebagai
pengganti ragi - karena di dalam tape masih ada ragi yang hidup.
|
skip to main |
skip to sidebar
All your needs are here. Enjoy and thank you very much.
Senin, 05 Maret 2012
Tradisi "Dandangan" Menyambut Ramadhan
Mix Calendar
!-end>!-my>
Weather Forecast
!-end>!-weather>
Earth Clock
Blog Archive
-
▼
2012
(123)
-
▼
Maret
(86)
- Daftar Lagu Daerah Indonesia
- Alat Musik Daerah Adat Budaya Nasional - Kebudayaa...
- Rock
- Pop
- Jazz
- Blues
- Sejarah Perkembangan Musik Dunia
- Cowok Idaman Para Cewek
- Mesin Cuci Top Loading Vs. Front Loading
- Siapa Itu Thomas Alfa Edison?
- Tips Memilih Smartphone atau PDA Phone
- Etika Penggunaan Ponsel
- Facebook, Bermanfaat atau Berbahaya?
- Ini Dia Ancaman Komputer dan Internet
- Koleksi
- Uang Saku
- Lain Soal
- Naik Burung
- Bambu Makanan Favorit Panda
- Kelelawar
- Air raksa dari Sari tebu
- Lebah Jantan
- Undur-undur
- Salju
- Gigi Tupai
- Burung Kurikuri
- Ikut Berperang
- Enak Mana
- Katak Kanibal
- Meramal Gempa dengan Ozone
- Pesawat Kamikaze Otomatis
- Properti Film
- Saudara Sepupu
- Gol Spektakuler
- Sakit Semua
- Jual Motor
- Kena Tilang
- Rumah Angker
- Cara Install Windows 7
- Laptop
- Nina dan Handphone
- Tambah Berat
- Evolusi
- Anak SD
- Kaya Raya
- Harus Berbeda
- Leher Panjang
- Caranya
- Umur
- Tak Menderita
- Nomor Telephon
- Sikat Gigi
- Ada Anjing
- Hanya Imitasi
- Ikan Mas Koki
- Kapak Sang Penebang Kayu
- Menahan Amarah
- Perampok Bersenjata Nuklir
- Junkers Ju 87
- Burung Unta Mengubur Kepalanya
- Presiden Mahmoud Ahmadinejad
- Pengorbanan Seorang Sahabat
- Penjahat yang Tersesat
- Aneka Wajah Presiden Obama
- Kucing Liverpool
- Kucing Jutawan
- Bekicot
- Tertawa
- Arus Listrik
- Maschinenpistole
- Peta Harta Karun
- Bangsa Viking
- Orang Kidal
- Mengapa ketika tua rambut berwarna putih.
- Permainan Doom
- Kafein
- QWERTY
- Kambing Gunung
- Jumlah Sel Otak
- Tradisi Nyadran Masyarakat Jawa
- Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa
- Tradisi Lompat Batu Nias
- Tradisi Sambut Masa Giling Tebu
- Temanten Tebu. Pesta Rakyat Menjelang Musim Giling...
- Tradisi "Dandangan" Menyambut Ramadhan
- Tradisi Mubeng Gapura di Kudus
-
▼
Maret
(86)
Diberdayakan oleh Blogger.
Popular Posts
-
Masyarakat Indonesia yang plural dan majemuk membuat budayanya beragam dan memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya adalah tradi...
-
Tradisi Mitoni Masyarakat Jawa Dalam tradisi Jawa, mitoni merupakan rangkaian upacara siklus hidup yang sampai saat ini masih dilakuka...
-
Bagi masyarakat Jawa, kegiatan tahunan yang bernama nyadran atau sadranan merupakan ungkapan refleksi sosial-keagamaan. Hal ini dilakukan ...
-
Musik pop sebenarnya adalah nama musik secara umum. Dengan demikian tokohnya pun kadang susah dibedakan antara musik pop dengan musik yang...
-
Deri : "Apa sebabnya, hantu pocong itu jalannya loncat-loncat?" Joni : "Karena kakinya diikat." Deri : "Kalau beg...
-
Cara instal windows seven 7 – Proses instalasi windows 7 Seven sangat berbeda dengan proses instalasi windows xp yang kebanyakan digunakan....
-
Seorang guru SD sedang menegur muridnya. Guru : "Mengapa nilai matematikamu sekarang selalu dibawah lima? Padahal, sebelumnya selal...
-
Warga Desa Pangkah, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki tradisi unik dalam menyambut masa panen tebu dan giling tebu di Pabrik Gula Pangka...
-
Kehadiran situs web jejaring sosial begitu menarik perhatian banyak orang, khususnya kaum remaja. Setelah pendahulunya Friendster ya...
-
Sejarah Musik Rock Musik Rock adalah salah satu genre dalam khasanah musik populer dunia yang biasanya didominasi oleh vokal, gitar, d...
Mengenai Saya
- Mix
- Mix adalah sebuah grup yang dibentuk oleh: 1. Ahla Choirun Nisa. 2. Ani Puspita Ningrum. 3. Mega Khanza Amira. 4. Rahayu Puji Safitri. 5. Ratih Kusumaningtyas. 6. Riska Ayu Ardiyati. 7. Rizka Heristanti
0 komentar:
Posting Komentar